SEPULUH DIREKTUR RUMKIT DI CILACAP TANDATANGANI KERJASAMA LAYANAN RUJUKAN KEGAWATDARURATAN

Sepuluh Direktur Rumah Sakit di Kabupaten Cilacap menandatangani perjanjian kerjasama pelayanan rujukan kegawatdaruratan kesehatan maternal dan neonatal, dengan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap dr.Bambang Setyono,MMR.

Penandatangan kerjasama disaksikan Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji dalam satu acara di ruang Gadri pendopo Wijayakusuma Cilacap, Selasa (23/09). Pada kesempatan tersebut Bupati Cilacap Juga meresmikan pengunaan sistem informasi komunikasi jejaring rujukan maternal dan neonatal/Sijariemas Kabupaten Cilacap.

Sepuluh direktur rumah sakit tersebut yakni, Direktur RSUD Cilacap, RSUD Majenang,  RSI Fatimah, direktur rumah sakit Santa Maria, RS Aprilia, RS Pertamina, RS Duta Mulia, rumah bersalin Annisa, RS Afdila dan direktur RS Aghisna Medika.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap, dr. Bambang Setyono,MMR dalam kesempatan tersebut melaporkan perkembangan program EMAS di Kabupaten Cilacap, yang telah direalisasikan sejak September 2013 hingga September 2014.

Beberapa kegiatan yang telah dilakukan dalam mendukung program tersebut antara lain, membentuk pokja percepatan penurunan jumlah kematian ibu melahirkan dan bayi baru lahir di Kabupaten Cilacap, melakukan kunjungan ke RSUD Margono dan RSUD Banyumas serta Puskesmas Cilongok dan Sumpiuh yang telah melakukan program Emas, Sosialisasi program Emas di 38 Puskesmas dan 7 rumah sakit di Kabupaten Cilacap, membentuk forum Masyarakat Peduli keselamatan ibu dan anak/Formakia dan pelatihan sijarieman di seluruh puskesmas dan 7 rumah di Kabupaten Cilacap.

Dilaporkan, hasil intervensi program emas dari sisi proses telah menunjukan peningkatan yang menggembirakan, tetapi dari sisi output belum  menunjukan hasil yang signifikan. Karena hingga September 2014, angka kematian ibu di Kabupaten Cilacap sejumlah 28 ksus dan angka kematian neonatus sejumlah 126 kasus.

Meski AKI dan AKB di Cilacap masih tinggi, bukan berarti program Emas tidak berhasil. Karena saat ini terjadi pergeseran penyebab kematian ibu bersalin, dari penyebab langsung seperti pendarahan, hipertensi dalam kehamilan dan infeksi sudah menurun. Tetapi terjadi peningkatan kematian ibu bersalin dari penyebab tidak langsung diantaranya penyakit ibu yang diderita sebelumnya seperti jantung, gagal ginjal, penyakit paru dan ileus.

Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji dalam kesempatan tersebut berharap, dengan penandatangan perjanjian ini dapat dijadikan langkah awal untuk melakukan kerjasama secara realitis dalam pelayanan rujukan kegawatdaruratan maternal dan neonatal, khususnya dalam mempercepat penurunan angka kematian ibu dan angka kematian bayi di Kabupaten Cilacap.

Lebih lanjut Bupati mengatakan, salah satu keluaran dari program Emas adalah berfungsinya sistem rujukan kegawatdaruratan pelayanan Ibu dan bayi baru lahir yang efektif, effisien agar kematian ibu dan bayi dapat dicegah.

Dengan perjanjian kerjasama yang dilakukan, Bupati berharap akan semakin menguatkan jejaring sistem rujukan antara puskesmas, klinik swasta dan rumah sakit umum daerah.

Kerjasama diharapkan mampu meningatkan mutu pelayanan kesehatan dan penguatan sistem rujukan maternal dan neonatal di wilayah Kabupaten Cilacap, melalui pengembangan model pelayanan kesehatan dan sistem rujukan khusu resiko tinggi dari fasilitas kesehatan di puskesmas, puskesmas dengan pelayanan obstetrik Neonatal Emergensi Dasar/Ponek, klinik swasta, rumah sakit swasta dan RSUD dengan pelayanan ponek. (hromly)