logo

Tips agar Ibu Hamil Selalu Bahagia

Kehamilan adalah proses yang harus dijalani untuk mempunyai buah hati. Setiap ibu hamil (bumil) akan mengalami perubahan fisik maupun psikologis yang bervariatif. Sebagian besar perubahan tersebut sebagai akibat dari meningkatnya hormon estrogen dan progesteron. Hal ini menyebabkan ketidaknyamanan fisik dan berpengaruh pada munculnya stres bumil.

Beberapa perubahan psikologis yang dialami bumil antara lain: stres, mudah marah, malas beraktivitas, emosi tidak stabil, merasa dirinya tidak menarik (gendut, jelek), manja, cemas, serba salah, sulit tidur, kurang percaya diri, dan gampang cemburu. Data WHO (dalam Jurnal Ilmiah Kebidanan, 2017) menyebutkan bahwa terdapat 352 orang dari 2.321 bumil yang mengeluh rasa takut (36%), cemas (42%), tidak percaya diri (22%).  Hal tersebut dapat berpengaruh pada kondisi kesehatan janin, karena janin sedang berkembang dan resiko terberat adalah tumbuh kembang bayi terlambat.

Apa yang bisa dilakukan untuk mengurangi dampak perubahan psikologis bumil agar kebahagiaan selalu dirasa dimasa kehamilan? Delapan kegiatan menyenangkan yang bisa dilakukan bumil seperti; mendengarkan musik, konsumsi makanan bergizi, menciptakan “quality time” bersama suami, berada dekat keluarga, bergabung dengan grup bumil, olahraga khusus bumil, rutih cek kehamilan, dan jika diperlukan melakukan konseling pra-melahirkan.

Mendengarkan musik dan menyanyikan lagu sederhana saat hamil bisa memicu produksi hormon bahagia, seperti serotonin yang dapat membuat bumil dan janin merasa tenang. Bahkan setelah lahir pun, bayi bisa mengingat dan mengenang kembali semua perasaan bahagia yang berkaitan dengan musik yang ia dengar saat masih dalam kandungan.

Selain harus mencari tahu konsumsi dan gaya hidup sehat selama kehamilan, tentunya perlu ada upaya dari bumil dan orang terdekatnya seperti suami dan keluarga untuk bisa mencipatakan suasana yang gembira pada masa kehamilan.

Suami perlu hadir secara fisik dan emosi bagi bumil. Peran suami sebagai pemberi dukungan utama, memberi dampak yang signifikan terhadap suasana perasaan/mood dari bumil. Peran suami siaga akan meningkatkan kesiapan bumil sampai jelang persalinan. Komunikasi sangat perlu dijaga ditengah kesibukan bekerja, untuk menanyakan keadaan istri melalui personal chat ataupun video call.  Meluangkan waktu untuk bersantai ataupun berlibur bersama suami bisa menjadi agenda rutin selama kehamilan.

Jika bumil mengandung anak kedua (dan seterusnya), perlu memperhatikan jarak kelahiran dari putra  pertama. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir adanya persaingan saudara kandung (sibling rivaly). Pengetahuan mengenai pola asuh terhadap buah hati menjadi hal wajib untuk ditingkatkan, demi menjaga keseimbangan perlakuan yang diberikan pada semua anak. Mengajak anak sulung ikut terlibat dalam kegiatan menyambut kelahiran si bungsu, dapat menjadi aktivitas menyenangkan.

Relasi dengan anggota keluarga dan lingkungan sosial juga turut menjadi faktor pemicu kebahagiaan bumil. Berada dalam lingkaran keluarga yang hangat dapat memberi perasaan aman dan nyaman bagi bumil. Keluarga berperan dalam memberikan informasi seputar kehamilan, berbagi pengalaman, ataupun memberi rekomendasi dokter ataupun rumah sakit untuk berkonsultasi. Dukungan dari suami, orangtua ataupun grup/ komunitas bumil, dapat membantu dan mendampingi bumil menghadapi keluhan baik fisik maupun psikologis yang muncul selama kehamilan.

Terdapat beragam jenis olahraga khusus ibu hamil yang bisa dilakukan, seperti berjalan kaki, pilates, yoga, dan berenang.  Namun, bumil perlu berkonsultasi khusus dengan dokter guna menentukan jenis olahraga yang sesuai dengan kondisi dan kemampuannya sendiri. Periksa kehamilan termasuk dalam upaya memberikan perasaan aman dan tenang bagi bumil sehingga harus dilakukan secara rutin.

Konseling pra melahirkan dapat dilakukan secara individual maupun kelompok. Tujuan konseling untuk memotivasi dan menguatkan mental calon ibu dalam menjalani proses melahirkan. Konseling pra melahirkan juga turur berperan dalam menurunkan tingkat kecemasan ibu hamil. Persalinan adalah akhir dari suatu kehamilan yang sehat. Persalinan perlu dipersiapkan supaya ibu dan bayi benar-benar sehat dan buah hati menjadi generasi penerus yang membawa kebahagiaan.

 

Sumber:

  1. Husen, Natalia, Vannya. 2017. Pengaruh Pemberian Konseling Individu Sebelum Melahirkan terhadap Tingkat Kecemasan pada Ibu Postpartum. Fakultas Kedokteran Universita Diponegoro. Semarang
  2. Maisya, IB., Susilowati. 2017. Peran Keluarga Dan Lingkungan Terhadap Psikososial Ibu Usia Remaja. Jurnal Kesehatan Reproduksi, 8(2), 163-173
  3. Rahmawati, L., Ningsih, M.P. 2017. Gambaran Pengetahuan Ibu Hamil tentang Perubahan Psikologis Kehamilan di Wilayah Kerja Puskesmas Pariaman. Jurnal Ilmiah Kebidanan, Vol. 8 No, 1 Edisi Juni 2017

 

(  Ayu Putri RS., S.Psi., M.Psi  )

 

 

 


%d bloggers like this: