logo

Apa itu Terapi Wicara ?

Terapi   Wicara   adalah   bentuk   pelayanan   kesehatan   profesional berdasarkan   ilmu  pengetahuan,   teknologi   dalam  bidang  bahasa, wicara, suara, irama/kelancaran (komunikasi), dan menelan yang ditujukan kepada individu, keluarga dan/atau kelompok untuk meningkatkan upaya kesehatan yang diakibatkan oleh adanya gangguan/kelainan anatomis, fisiologis, psikologis dan sosiologis.Terapi ini juga dikenal sebagai patologi wicara-bahasa. Terapi wicara memiliki lingkup yang luas. Ahli terapi wicara menangani pasien dari berbagai usia dengan gangguan yang berbeda. Ada pula sub-spesialisasi yang khusus menangani anak. Terapi wicara biasanya dipadukan dengan ilmu kedokteran lain.

Siapa yang Perlu Menjalani Terapi Wicara ?

Pasien dengan masalah kebahasaan, komunikasi, dan menelan karena gangguan kesehatan, harus menjalani terapi wicara. Gangguan komunikasi merujuk pada ketidakmampuan seseorang dalam menerapkan dan memahami pembicaraan dan berbahasa sebagai cara bersosialisasi. Gangguan ini mencakup keterlambatan bicara, perubahan suara, tidak mampu memahami pembicaraan atau berbicara dengan baik.

Contoh-contoh gangguan bicara adalah:

  • Apraksia verbal pada anak
  • Gagap
  • Gangguan artikulasi atau bicara tidak jelas
  • Disartria atau gangguan artikulasi karena kerusakan saraf pusat
  • Gangguan otot orofasial
  • Kesulitan belajar, dalam membaca, mengeja, atau menulis
  • Mutisme
  • Afasia atau gangguan berbahasa
  • Gangguan irama bicara

Faktor penyebab:
Gangguan tersebut disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk:

  1. Kelainan pertumbuhan, seperti celah bibir dan langit mulut
  2. Gangguan pendengaran
  3. Gangguan saraf
  4. Cedera otak
  5. Penyalahgunaan obat-obatan
  6. Penyalahgunaan suara

Namun, dalam kasus tertentu, penyebab gangguan ini tidak diketahui sama sekali.

Terapi wicara sangat penting untuk gangguan yang menyebabkan disfagia atau kesulitan menelan, seperti:

  • Penyakit Parkinson
  • multiple sclerosis
  • Distrofi otot
  • Lumpuh otak
  • Autisme
  • Gangguan pendengaran
  • Penyakit asam lambung
  • Esofagitis
  • Kanker
  • Stroke
  • Sindrom pasca-polio
  • Skleroderma
  • Cedera sumsum tulang

Perlu diketahui saat ini RSUD Cilacap telah memiliki alat untuk pasien dengan gangguan menelan yang bernama Vocastim. Di Kabupaten Cilacap hanya RSUD Cilacap yang memiliki alat tersebut.

 

Kemungkinan Komplikasi Terapi Wicara dan Hasil yang Diharapkan

Keberhasilan terapi wicara tidak selalu terjamin. Ini dipengaruhi oleh penyebab gangguan bicara, terutama penyakit yang memerlukan pengobatan sebelum menjalani terapi wicara.

Gangguan bicara sendiri dapat menyebabkan komplikasi. Bila tidak diobati, gangguan ini memicu kegelisahan, gugup, malu, dan rendah diri. Bahkan pasien bisa saja mengidap fobia untuk berbicara di depan umum dan beresiko mengalami depresi.

Resiko lainnya adalah cacat permanen, yang tergantung pada penyakit yang mendasari gangguan bicara

 

 

Rujukan:

“Speech Therapy.” Child Without Limits. http://www.mychildwithoutlimits.org/plan/common-treatments-and-therapies/speech-therapy/

“Speech and Language Impairments.” Center for Parent Information and Resources. January 2011. http://www.parentcenterhub.org/repository/speechlanguage/

 

 

( Desi Wulandari, A. Md. TW )

 

 

 


%d bloggers like this: