logo
  • 04/06/2018
  • Artikel
  • Comments Off on Puasa Tidak Menyebabkan Penyakit Maag / Gastritis

Puasa Tidak Menyebabkan Penyakit Maag / Gastritis

Berpuasa adalah kewajiban umat Islam menahan lapar dan haus sejak matahari terbit sampai terbenam, kurang lebih 13 – 14 jam tidak makan dan minum. Banyak pertanyaan yang muncul di masyarakat yang berkaitan dengan penyakit gastritis korelasinya dengan puasa. Apakah puasa menyebabkan gastritis?, apakah orang yang mempunyai riwayat gastritis tidak boleh berpuasa?, dan apakah dengan puasa akan memperparah penyakit gastritis yang sudah diderita?. Beberapa pertanyaan tersebut akan dijawab dengan penjelasan seputar penyakit Gastritis.

Banyak sekali manfaat puasa bagi kesehatan. Sehat sendiri merupakan karunia yang diberikan oleh Allah pada hamba-hamba-Nya yang berpuasa. Sehat yang selalu menjadi idaman bagi setiap insan, yang menyadari betapa berharganya sehat. Perintah puasa bagi orang beriman tertuang dalam Firman Allah  :

Hai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu menjadi orang yang bertakwa“. (surat Al-Baqarah: 183)

Bagi mereka yang tidak beriman tentunya dalam hatinya akan penuh dengan keragu-raguan termasuk ragu tentang efek puasa terhadap kondisi tubuhnya. Mereka beranggapan puasa akan mempengaruhi penurunan kondisi tubuh salah satunya sistem pencernaan. Penyakit sistem pencernaan yang seolah olah disebabkan oleh puasa yaitu Gastritis.

Secara umum sakit maag dengan istilah medis yang sering digunakan Dispepsia dibagi menjadi 2 kelompok besar yaitu  sakit maag fungsional dan sakit maag organik. Kepastian pembagian ini tentu selelah dilakukan peneropongan dengan alat yang disebut endoskopi.  Dispepsia fungsional terjadi apabila pada pemeriksaan lebih lanjut dengan endoskopi (teropong saluran pencernaan atas) tidak didapatkan kelainan secara anatomi. Adapun dispepsia organik adalah secara pemeriksaan lebih lanjut dengan endoskopi didapatkan kelainan secara anatomi, misalnya luka dalam atau luka lecet pada kerongkongan, lambung atau  usus dua belas jari, polip pada kerongkongan, lambung atau usus dua belas jari serta kanker pada organ pencernaan tersebut.

Pada saat berpuasa, terutama setelah 6-8 jam perut kosong akan terjadi peningkatan asam lambung yang dapat menyebabkan gejala sakit maag. Keadaan ini biasanya berlangsung hanya pada 1 pekan puasa pertama dan gejala ini Insya Allah tidak dirasakan lagi pada minggu-minggu berikutnya. Pada orang yang sehat, keadaan ini dapat diatasi dengan pilihan makan yang tepat saat berbuka dan sahur, serta kegiatan yang tidak menyebabkan terjadinya peningkatan udara di dalam lambung, serta peningkatan asam lambung. Adapun pada orang yang memang terdapat kelainan organik,puasa akan memperberat kondisi sakit lambungnya jika tidak diobati dengan tepat.

Namun,jika sakit lambungnya diobati, mereka yang mempunyai sakit lambung tadi dapat melakukan ibadah puasa seperti orang normal umumnya. Karena itu, saya sampaikan bahwa saat ini adalah waktu yang tepat bagi para penderita sakit maag untuk pergi ke dokter mengevaluasi apakah sakit maag yang diderita, termasuk yang mempunyai kelainan organik atau fungsional. Dengan begitu,pada saat di bulan Ramadhan nanti sudah siap lahir batin untuk melaksanakan ibadah puasa.

Bagaimana dengan sakit maag karena gangguan fungsional saja, biasanya dengan berpuasa keluhan sakit maagnya berkurang dan merasa lebih sehat pada saat berpuasa. Hal ini terjadi karena keluhan sakit maag yang timbul pada pasien akibat ketidak teraturan makan, konsumsi makanan camilan,seperti makanan yang berlemak, asam, dan pedas sepanjang hari, konsumsi minuman bersoda dan minum kopi,merokok dan juga faktor stres. Selama berpuasa,pasien-pasien ini pasti makan lebih teratur karena hanya dua kali dengan waktu yang lebih kurang sama setiap harinya selama puasa Ramadhan,yaitu saat sahur dan berbuka.

Selama berpuasa, kebiasaan makan camilan dan minum soda pasti tidak dilakukan selama pagi siang maupun sore hari karena sedang berpuasa. Umumnya orang yang berpuasa akan lebih banyak bersabar dan mengendalikan stres. Hal-hal inilah yang menyebabkan pasien dengan gangguan fungsional tersebut dapat berpuasa dengan baik dan keluhan sakit maagnya akan berkurang. Adapun pasien yang tidak mempunyai masalah dengan lambung, sebelumnya tidak perlu takut akan mengalami sakit maag saat berpuasa.Bahkan,puasa akan membuat pencernaan lebih sehat. Obat-obatan untuk sakit maag tidak diperlukan untuk pasien yang tidak ada masalah dengan maag,selama melaksanakan puasa Ramadhan. (dr. Anggi Apriansyah – Tenaga Medis RSUD Cilacap)

Referensi :

  1. Syam, Ari. 2015, “ Sakit maag : bolehkah berpuasa ?. http://www.pbpapdi.org/papdi.php?pb=detil_berita&kd_berita=33
  2. 2015, 12 manfaat bagi kesehatan Tubuh . http://www.kemkes.go.id/development/site/dinas-kesehatan/index.php?cid=1-15112600011&id=12-manfaat-puasa-bagi-kesehatan-tubuh
  3. EB, Doctor. 2017 , Gastritis Treatment. http://www.dreb.info/2017/10/30/gastritis-treatment/\

Comments are closed.

%d bloggers like this: