logo
  • 04/06/2018
  • Artikel
  • Comments Off on ANTI RACUN DAN TOLAK TELUH DENGAN KURMA

ANTI RACUN DAN TOLAK TELUH DENGAN KURMA

Kurma adalah buah terkenal rasanya manis yang merupakan makanan favorit bagi masyarakat Arab dan sekitarnya, terutama sebagai makanan utama saat buka puasa. Adapun jenisnya bermacam-macam yakni : kurma ‘ajwah/kurma Nabi, ada kurma askary, ada kurma ambary dan yang lainya.

Buah kurma itu ada yg dikonsumsi masih basah dalam istilah arabnya kurma basah adalah ruthab, kalau kurma kering namanya tamar karena sudah dikeringkan seperti saleh, dalam istilah jawa saleh adalah pisang yang sudah dikeringkan.
Dari bermacam-macam kurma yang paling menarik perhatian adalah kurma ‘ajwah/kurma nabi karena kurma ini tetlihat aneh dari kurma lain, ada bentuk khusus seperti serat berbatik dan paling mahal harganya, sebab kurma ‘ajwah atau kurma Nabi ini konon asal pohonya merupakan tanaman Nabi Muhammad lansung, kemudian dikembang biakkan hingga sekarang, sehingga banyak yang memfavoritkan kurma ‘ajwah/kurma nabi tersebut dalam rangka ngalap berkah.
Rasuulullaah saw bersabda:
من تصبح سبع تمرات عجوة لم يضره في ذلك اليوم سم ولا سحر
MAN TASHABBAHA SAB’A TAMRAATI ‘AJWATIN LAM YADLURROHU FII DZAALIKA ALYAUMI SAMMUN WALA SIHRUN
Artinya: Barang siapa di waktu pagi makan 7 butir kurma ‘ajwah, pada hari itu ia tidak akan kena racun maupun sihir/teluh/santet ( HR. Bukhari )
Dalam hadits lain Rasuulullaah menganjurkan agar suka mengkonsumsi buah kurma meskipun bukan kurma ‘ajwah/kurma nabi, sebagaimana hadits yang termaktub dalam kitab shahih muslim yg artinya: Barang siapa di waktu pagi makan 7 butir kurma dari kedua lembah ( yaitu batas sebelah timur dan barat ) ia tidak akan kena racun hingga waktu sore.
Pada saat berbuka puasa sangat dianjurkan oleh Rasuulullaah saw untuk makan kurma, sebagai mana sabda beliau dalam sebuah hadits yg diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Ibnu Majah:
إذا أفطر احدكم فليفتر على تمر فإنه بركة فإن لم يجد تمرا فالماء فإنه طهور
“IDZAA AFTHARA AHADUKUM FALYUFTHIR ‘ALAA TAMRIN FAINNAHUU BAROKATUN, FAIN LAM YAJID TAMRAN FALMAAU FAINNAHU THAHUURUN”
Artinya: Apabila kalian berbuka puasa, berbukalah dengan makan kurma, karena kurma itu barokah. Kalau tidak ada kurma maka dengan minum air , karena air itu suci.
Kenapa Rasuulullaah saw mensyari’atkan berbuka dengan kurma ? Karena kurma itu manis, setiap makanan/ buahan yang manis itu mudah menguatkan penglihatan yang pada umumnya orang puasa itu akan mengalami kelemahan terutama lemah penglihatanya. Disamping itu kurma akan sangat cocok dalam pencernaan makanan yang seharian baru kosong, kemudian diawali dengan kurma yang manis yang tekturnya empuk lembut banyak serat dan lain sebagainya.

Mengapa kurma dibenci jin dan setan?
Serta mengapa Nabi SAW memerintahkan kita, memakan dalam hitungan ganjil 3, 5, 7, 9 atau 11 dan dimakan pada pagi hari?

Dan yang paling baik makan tujuh biji kurma. Baik dari segi Agama dan ilmiah penjelasan atas pertanyaan ini yaitu ternyata kurma membuahkan daya perlindungan tubuh manusia dan membuat perisai dan pelindung untuk tubuh manusia.

Amir bin Saad dari ayahnya – berkata: Rasulullah, sallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
*Lakukanlah ikhtiar perlindungan dari sihir dengan memakan 7 biji kurma.*

(Kyai Mas KWT /feat Atiah MS)


Comments are closed.

%d bloggers like this: