logo
  • 21/05/2018
  • Artikel
  • Comments Off on Puasa dan Kesehatan

Puasa dan Kesehatan

Puasa itu sangat erat kaitanya dengaan kesehatan , meskipun seseorang sedang dalam keadaan sakit, bepergian atau sedang hamil/menyusui atau sudah tua, sekalipun ada rukhsoh/dispensasi keringanan diperbolehkan berbuka disiang ramadan, akan tetapi berpuasa jam baik, karena sangat utama dan sangat besar pengaruhnya terhadap kesehatan.
Allah SWT berfirman:

اَيَّامًا مَّعْدُوْدٰتٍ ۗ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَّرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَ ۗ وَعَلَى الَّذِيْنَ يُطِيْقُوْنَهٗ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِيْنٍ ۗ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَّهٗ ۗ وَاَنْ تَصُوْمُوْا خَيْرٌ لَّـکُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ

“(yaitu) beberapa hari tertentu. Maka barang siapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain. Dan bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin. Tetapi barang siapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itu lebih baik baginya, dan puasamu itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 184)

Bagi orang yg sedang sakit parah atau berusia lanjut maka boleh berbuka, namun wajib qadla ( puasa di bulan lain ) manakala sudah sembuh. Kalau tidak mampu mengqadla maka wajib membayar fidyah sehari satu mud (7 ons) beras diberikan kepada fakir/miskin.
Begitu pula bagi musafir ( bepergian jauh lk 96 km ) yg sudah diperkenankan untuk mengqashar shalat dan berangkatnya sebelum fajar/waktu subuh maka diperbolehkan berbuka tetapi wajib qadla sebanyak hari yang ditinggalkan.
Adapun bagi wanita yang sedang hamil atau menyusui juga boleh berbuka karena hawatir terhadap janin/bayinya terganggu, namun wajib qadla dan membayar fidyah sejumlah hari yg ditinggalkan. Sedangkan apabila yg dihawatirkan dirinya saja atau keduanya ( ibu dan bayinya), maka hanya wajib qadla saja.
Puasa dalam arti tidak makan dan minum sejak subuh sampai maghrib setiap hari di bulan Ramadan, tentu berpengaruh terhadap kondisi fisik seseorang. Ada yang mengeluh lemas, kekuatan berkurang dan susah konsentrasi, namun sebagian ada yang merasakan lebih fit, lebih ringan dan hampir tak ada pengaruh apapun meskipun melakukan aktivitas di siang hari.
Dalam banyak hal pemeriksaan dokter sangat diperlukan, apakah seseorang ini layak berpuasa, atau tidakkah berpuasa justru memperberat penyakitnya ? Puasa secara kimia tidak diakhiri ketika simpanan karbohidrat dalam tubuh mulai digunakan sebagai sumber energi. Namun akan terus berlanjut selama simpanan lemak dan karbohidrat digunakan untuk energi. Dari aspek gizi, puasa paling tidak akan memgurangi asupan zat gizi, terutama kalori, sekitar 20 % sampai 30 %. Namun dari aspek kesehatan ternyata memberi manfaat terhadap tubuh seseorang yang menahan lapar dan haus tersebut. Maka di antara manfaat puasa yang terpenting lain adalah dapat mengurangi racun dalam tubuh, mencegah resiko stroke, diabetes meletus serta secara kejiwaan menimbulkan rasa senang dan bahagia dapat melaksanakan perintah Allah dan RasulNya,
Nabi Muhammad SAW bersabda:
“صوموا تصحوا” رواه ابن السني وأبو نعيم
Artinya:
“Berpuasalah kamu sekalian, niscaya kamu sekalian akan sehat ” (HR. Ibnu Sinni dan Abu Nu’aim)
وقال طبيب العرب: الحرث ابن الكلدة: ” المعدة بيت الداء والحمية رأس كل دواء ”
Artinya: dokter Arab ( Al Harits ibnu Kildah) berkata:” Perut adalah sarang penyakit, menjaga/mengatur perut adalah pangkal pengobatanya ”
Pada hakikatnya yg membuat sakit dan sehat atau sembuh itu adalah Allaah SWT, Dia memerintahkan sesuatu kepada para hambaNya, pasti banyak manfaatnya, seperti perintah untuk berpuasa. Disamping manfaat yg tersebut di atas juga ada manfaat lain dari puasa yakni dengan puasa makan jadi teratur. Dengan makan teratur maka akan sangat besar pengaruhnya terhadap kesehatan seseorang, baik kesehatan jasmani maupun rohani.

 

 

 

Ati-M/bjr


Comments are closed.

%d bloggers like this: