logo
  • 18/05/2018
  • Berita, Peningkatan SDM
  • Comments Off on PPRA RSUD Cilacap sebagai komitmen menuju STANDAR NASIONAL AKREDITASI RS Edisi 1-2017

PPRA RSUD Cilacap sebagai komitmen menuju STANDAR NASIONAL AKREDITASI RS Edisi 1-2017

Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit Edisi 1, merupakan standar akreditasi baru yang bersifat nasional dan diberlakukan secara nasional di Indonesia. Standar akreditasi untuk rumah sakit yang mulai diberlakukan pada Januari 2018 ini diberi nama Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit Edisi 1 dan disingkat menjadi SNARS Edisi 1. Disebut dengan edisi 1, karena di Indonesia baru pertama kali ditetapkan standar nasional untuk

Garis besar Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit Edisi 1 tahun 2017 berisi sebagai berikut :
Sasaran Keselamatan Pasien
Sasaran 1 : Mengidentifikasi Pasien Dengan Bena
Sasaran 2 : Meningkatkan Komunikasi Yang Efekti
Sasaran 3 : Meningkatkan Keamanan Obat-Obat Yang Harus Diwaspadai (High Alert Medications)
Sasaran 4 : Memastikan Lokasi Pembedahan Yang Benar, Prosedur Yang Benar, Pembedahan Pada Pasien Yang Benar
Sasaran 5 : Mengurangi Risiko Infeksi Terkait Pelayanan Kesehatan
Sasaran 6 : Mengurangi Risiko Cedera Pasien Akibat Terjatuh

Standar Pelayanan Berfokus Pasien
Bab 1. Akses Ke Rumah Sakit Dan Kontinuitas Pelayanan (ARK)
Bab 2. Hak Pasien Dan Keluarga (HPK)
Bab 3. Asesmen Pasien (AP)
Bab 4. Pelayanan Dan Asuhan Pasien (PAP)
Bab 5. Pelayanan Anestesi Dan Bedah (PAB)
Bab 6. Pelayanan Kefarmasian Dan Penggunaan Obat (PKPO)
Bab 7. Manajemen Komunikasi Dan Edukasi (MKE)

Standar Manajemen Rumah Sakit
Bab 1. Peningkatan Mutu Dan Keselamatan Pasien (PMKP)
Bab 2. Pencegahan Dan Pengendalian Infeksi (PPI)
Bab 3. Tata Kelola Rumah Sakit (TKRS)
Bab 4. Manajemen Fasilitas Dan Keselamatan (MFK)
Bab 5. Kompetensi Dan Kewenangan Staf (KKS)
Bab 6. Manajemen Informasi Dan Rekam Medis (MIRM)

Program Nasional
Sasaran I Penurunan Angka Kematian Ibu Dan Bayi Dan Peningkatan Kesehatan Ibu Dan Bayi
Sasaran II Penurunan Angka Kesakitan HIV/AIDS
Sasaran III Penurunan Angka Kesakitan Tuberkulosis
Sasaran IV Pengendalian Resistensi Antimikroba
Sasaran V Pelayanan Geriatri

Pengendalian resistensi antimikroba adalah aktivitas ditujukan untuk mencegah dan/atau menurunkan adanya kejadian mikroba resisten.

Program Pengendalian Resistensi Antimikroba yang disingkat dengan PPRA merupakan suatu gerakan dalam rangka mengendalikan terjadinya kuman-kuman resisten terhadap antibiotik. Berkembangnya masalah resistensi ini sangat erat berhubungan dengan penggunaan antibiotik secara bijak dan penerapan pengendalian infeksi secara benar.  Penggunaan antimikro khususnya antibiotik yang tidak rasional dan tidak terkendali merupakan sebab utama timbul dan menyebarnya resistensi antimikroba secara global, termasuk munculnya mikroba yang multiresisten terhadap sekelompok antibiotik terutama di lingkungan rumah sakit (health care associated infection). Masalah yang dihadapi sangat serius dan bila tidak ditanggapi secara sungguh-sungguh, akan timbul dampak yang merugikan seperti pada era pre-antibiotik. Organisasi kesehatan sedunia (world health organization, WHO) telah secara pro aktif menyikapi masalah ini.

Di dalam negeri, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan telah mengeluarkan PMK No.8 Tahun 2015 yang berisi tentang Program Pengendalian Resistensi Antimikroba di RS dan pokok pembahasan lain yang penting untuk diketahui. Dalam peraturan menteri ini jelas dipaparkan bagaimana cara menekan / mengendalikan resistensi antimikroba di RS yaitu dengan penggunaan antibiotika secara bijak dan peningkatan ketaatan terhadap prinsip pencegahan dan pengendalian infeksi. Untuk mendukung kegiatan PPRA di rumah sakit perlu kesiapan infrastruktur rumah sakit melalui kebijakan pimpinan rumah sakit yang mendukung penggunaan antibiotik secara bijak (prudent use of antibiotics ), pelaksanaan pengendalian infeksi secara optimal, pelayanan mikrobiologi klinik dan pelayanan farmasi  klinik secara professional.

Untuk melaksanakan program tersebut, RSUD Cilacap melakukan workshop pada tanggal 5 mei 2018 yang diikuti oleh bidan, perawat dan penunjang medis dari RSUD Cilacap dan dari rumah sakit sekitarnya yaitu RS AFDILA, RS ANNISA, RS SANTA MARIA, RSI FATIMAH, dan RS PERTAMINA CILACAP. Workshop “Handling spesimen” ini sebagai sosialisasi yang diselenggarakan untuk memenuhi harapan para profesional kesehatan di rumah sakit dalam memberikan pelayanan kepada penderita penyakit infeksi dalam rangka pengendalian resistensi antimikroba di rumah sakit.


Sebagai pembicara dalam kegiatan tersebut adalah dr. Husnul Author, Sp.B (DOKTER BEDAH RSUD CILACAP), dr. Indarto,Sp.PK (KEPALA INSTALASI LABORAT RSUD CILACAP), Muji Astuti, Skep, Ns (PPI RSUD CILACAP), dan Sugiyono (ANALIS LABORAT DARI RS SARDJITO YOYAKARTA).

Kepanitiaan

Penanggung jawab kegiatan ini dr. Heri (wakil direktur pelayanan ).
Ketua panitia Dorce, Skep, Ns (kepala Ruang Catelya)
Sekretaris Slamet, Skep,NS (katim Ruang Anggrek)

 MasIyo

Comments are closed.

%d bloggers like this: