Monthly Archives: Oktober 2016

KEMENAG TEKEN MoU KEROHANIAN DENGAN RSUD CILACAP

74152758img_6704

Dalam rangka meningkatkan layanan kesehatan, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Cilacap, Senin (3/10) menandatangani kerjasama Kepenyuluhan. Penandatangan MoU dilaksanakan di Ruang Kerja Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Cilacap.

Direktur RSUD Kabupaten Cilacap Pramesti Griana Dewi mengatakan, bahwa selain tenaga medis pihaknya juga sangat membutuhkan tenaga rohaniawan. Menurutnya, faktor pemicu kesembuhan pasien tidak bisa hanya mengandalkan dari obat saja, tetapi siraman rohani sebagai motivasi. Dijelaskan bahwa, banyak dicontohkan oleh beberapa kasus kesembuhan pasien yang menurut analisa medis penyakit seseorang sudah sulit atau bahkan tidak bisa disembuhkan. Namun realitas membuktikan karena adanya motivasi yang kuat dari pasien, maka dia bisa berhasil sembuh dari penyakitnya.

Untuk itulah pihaknya menggandeng Kemenag Cilacap sebagai salah satu mitra pelayanan terhadap pasien. Dia berharap dengan adanya pelayanan rohani, tingkat keberhasilan RSUD Cilacap dalam menyembuhkan penyakit bisa meningkat. Terlebih, ketenangan hati para pasien juga diharapkan tercipta melalui wejangan para rohaniawan.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Cilacap, Mughni Labib menyambut baik kerja sama tersebut.
“Dengan senang hati kami terima kerja sama ini. Semoga usaha kita bisa mendapat Ridla Allah Swt. Terima kasih juga atas kepercayaan RSUD kepada Kemenag Cilacap. Kami harap kerja sama ini tidak hanya sebatas formalitas atau dalam waktu yang sebentar saja, tetapi bisa terus terjalin dan ditingkatkan baik kualitas maupun kuantitasnya,”katanya.

Peran Kementerian Agama dalam kerja sama ini adalah sebagai fasilitator atau penghubung antara rohaniawan dengan RSUD. Di samping itu, Kemenag sebagai instansi resmi pemerintah bisa menjamin kualitas para rohaniawan yang nantinya ditugaskan. Dengan ini bisa dihindari adanya petugas rohaniawan yang berasal dari aliran agama garis keras. Tidak bisa dipungkiri, bahwa di Indonesia marak adanya radikalisme sehingga diperlukan ketelitian dan kehati-hatian.(on)