Monthly Archives: Juli 2016

PELATIHAN PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI (PPI)

Pelatihan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) Merupakan suatu upaya kegiatan untuk meminimalkan atau mencegah terjadinya infeksi pada pasien, petugas dan masyarakat sekitar Rumah Sakit

PELATIHAN BANTUAN HIDUP DASAR (BHD)

20160731_codeblue3

Suatu kejadian henti jantung dapat terjadi dimana dan kapan saja di Rumah Sakit, kejadian ini dapat menimpa keluarga pasien, maupun petugas rumah sakit sendiri, Henti Jantung apabila tidak ditangani dengan cepat akan menyebabkan kematian.

Pertolongan yang cepat dan tepat disebut dengan bantuan Hidup Dasar (BHD) diharapkan dapat mengembalikan fungsi jantung untuk berdenyut kembali dan mencegah kerusakan organ penting


Sumber Data : RSUD CIlacap

RSUD IKUTI PEKAN PROMOSI CILACAP EXPO 2016

headerrsu1

RSUD CILACAP KEKURANGAN 50 TENAGA MEDIS

CILACAP – Kondisi RSUD Cilacap mendesak pembenahan. Pasalnya, jumlah tenaga medis masih kurang. Saat ini, hanya ada 16 tenaga dokter spesialis dan dua orang tenaga dokter sub spesialis. Sementara jumlah perawat sebanyak 210 orang dan bidang 48 orang. RSUD Cilacap Kekurangan 50 Tenaga Medis “Jumlahnya sekarang masih sangat kurang. Berdasarkan analisis kebutuhan tenaga medis, RSUD Cilacap masih membutuhkan 40 hingga 50 tenaga medis lagi. Dan untuk memenuhi kebutuhan tenaga ini, akan dipenuhi melalui rekruitmen secara terbuka,” ujar Pramesti Direktur RSUD Kabupaten Cilacap, Dr Pramesti Griana Dewi. Kebutuhan tenaga tersebut, tegasnya, perlu segera untuk ditambah guna meningkatkan pelayanan pada sejumlah ruang pelayanan seperti IGD, kamar bersalin, ICU, dan ruang operasi. Apalagi bila dibandingkan dengan jumlah kapasitas 313 tempat tidur. Menyoroti pelayanan yang dirasa kurang oleh masyarakat, Pramesti mengakui hal itu. Untuk itu, dalam rangka meningkatkan pelayanan prima kepada pasien dan masyarakat, pihak RSUD terus melakukan pembenahan. Sejumlah pembenahan yang dilakukan diantaranya, mengharuskan kepada paramedis yang langsung berhadapan dengan pasien untuk menerapkan sapa, salam dan senyum. Tidak itu saja, lanjut Pramesti, dalam rangka menciptakan rumah sakit yang bersih menuju pada Safe Hospital, juga telah dibentuk Satgas Anti Rokok dan satgas Anak sehat dilarang masuk rumah sakit. Tim ini melakukan tugasnya berkeliling keseluruh lingkungan rumah sakit pada setiap jam besuk, ujar Pramesti. Selain itu, di 2016 ini pusat pelayanan stroke akan mulai dibangun. Dimana dengan anggaran sebesar Rp 1 miliar itu, sudah ada Detail Engineering Desain (DED). Nantinya akan dikerjakan oleh Dinas Cipta Karya Dan Tata Ruang (DCKTR). “Jadi akan kita lakukan secara bertahap,”imbuh dia.(rez/ttg)

Sumber: http://radarbanyumas.co.id/rsud-cilacap-kekurangan-50-tenaga-medis/
Copyright © Radarbanyumas.co.id

RSUD Cilacap Berikan Suasana Baru Bagi Pasien Anak

CILACAP – RSUD Cilacap yang menberikan kesan ‘menyeramkan’ bagi pasien anak kini mulai hilang. Pasalnya, ruang rawat anak di rumah sakit itu saat ini tampil dengan wajah baru, jauh dari kesan menyeramkan. Tangan-tangan kreatif mahasiswa Program Profesi Ners STIKES Al-Irsyad Al-Islamiyyah Cilacap, sejak Selasa pekan lalu, membuat ruang perawatan Catelya yang semula kental dengan suasana rumah sakit, disulap menjadi ruangan yang penuh warna, penuh gambar, dan penuh mainan.

Lorong tembok pintu masuk ruang Catelya dicat dengan gambar kapal dan pesawat besar. Begitu anak masuk ruang tersebut, mereka langsung merasakan suasana yang menyenangkan, bukan lagi menegangkan. Wajah baru ruang perawatan yang selama ini kental dengan nuansa rumah sakit yang sesungguhnya, benar-benar menarik perhatian anak-anak.

Saat para mahasiswa belum selesai men-setting ruangan tersebut, pasien anak-anak yang dirawat sudah berebut datang dan mengisi ruang bermain tersebut dengan infus tetap terpasang di tangan. Bahkan, ada satu pasien yang menangis karena baru saja disuntik, langsung diam dan ikut terapi bermain bersama dengan pasien-pasien yang lain.

Melalui terapi bermain dan lingkungan yang menyenangkan ini, diharapkan semua anak yang dirawat di RSUD Cilacap tidak lagi mengalami hospitality stress (perasaan tegang saat dirawat di rumah sakit). Dengan begitu, lama hari rawat atau LOS (length of stay) pun dapat ditekan dan dapat meminimalkan biaya rawat yang harus ditanggung oleh keluarga.

Saat membuka program dan menyerahkan alat terapi bermain di ruang Catelya RSUD Cilacap bersama Dr Devi Yustina SpA dan Kepala Ruang Catelya Betty Mulyaningsih, Ketua Program Profesi Ners STIKES Al-Irsyad Cilacap Yektiningtyastuti mengatakan, banyak faktor yang menyebabkan anak stres ketika menjalani perawatan di rumah sakit. Salah satunya stranger anxiety, yaitu kehadiran orang-orang baru (dokter, perawat, dan tenaga kesehatan lain).

Dia juga menambahkan, selain faktor tersebut masih banyak faktor yang membuat anak stres, seperti lingkungan baru, program pengobatan serta separation anxiety atau perpisahan dengan anggota keluarga yang lain.

“Perawat anak mempunyai peran kunci dalam meminimalkan hospitality stress. Selain dengan pendekatan yang terapitik dan penuh kasih pada anak, salah satu intervensi yang dapat dilakukan perawat untuk meminimalkan stres adalah menciptakan suasana ruang rawat anak seperti suasana di rumah,” imbuhnya. Dengan cara itu anak tetap leluasa bermain.Untuk itu perlu diciptakan ruangan yang penuh dengan nuansa warna, gambar, alat-alat permainan, dan ruang bermain khusus. (TubasMedia.Com)

%d blogger menyukai ini: